Makna Swastika dalam Ajaran Hindu

Makna Swastika dalam Ajaran Hindu

“Swastika” berasal dari bahasa Sansekerta, dari kata “Swasti” yang artinya keberuntungan atau kerahayuan. Swastika artinya tanda keberuntungan atau tanda keselamatan.

Swastika menggambarkan keharmonisan perputaran alam semesta dengan segala romantika, dinamika dan dialektikanya.
Garis Vertikal menunjukkan keharmonisan hubungan manusia dengan pencipta-Nya yaitu ISHWW, sedangkan Garis Horizontal menunjukkan keharmonisan hubungan manusia dengan sesama (termasuk hubungan manusia dengan Alam).

Apabila hubungan manusia dengan pencipta-Nya, sesama, lingkungan alam serta lingkungan sosialnya terjalin dengan harmonis, niscaya manusia akan mendapatkan Kerahayuan, Kedamaian dan Kesejahteraan (yang merupakan hakekat tujuan agama Hindu).

Keempat garis di ujung-ujung garis vertikal dan garis horizontal menunjukkan arah perputaran swastika, berputar ke arah kanan jarum jam. Jadi swastika juga melukiskan gerak, yaitu gerak alam semesta berputar ke arah kanan. Pada hakekatnya semua isi alam juga mengalami perputaran seperti angin, air, panas, pertiwi dan akasa untuk menimbulkan keharmonisan di alam semesta.

Alam berputar berdasarkan hukum Rta akan senantiasa mendatangkan keharmonisan yang berguna bagi alam itu sendiri, manusia dan mahluk hidup lainnya. Kalau manusia mengganggu perputaran alam maka alam akan rusak dan juga selanjutnya merusak kehidupan manusia.

sumber:

Swastikarana – Pedoman Ajaran Hindu Dharma.