leak bali

Salah Kaprah Tetang LEAK

Salah Kaprah Tetang LEAK

LEAK kata yang selalu dikaitkan dengan hal yang negatif berbau mistik dan cenderung dijadikan kambing hitam jika ada yang sakit atau meninggal secara tidak wajar/ tanpa terdeteksi lewat medis atatu secara logis.

 

Leak adalah suatu ilmu kerohanian kuno yang diwariskan oleh leluhur Hindu di Bali. Leak berasal dari kata “lelintihan aksara, linggih aksara, lina aksara” yang berarti lima aksara dan disingka menjadi kata LEAK. Akara ini disebut juga Panca Gni dimana menghidupkan aksara lalu memasukkan dan mengeluarkan dalam bentuk cahaya dengan cara terttentu dan persiapan tertentu, seperti hukum fisika dimana ada energi yang cukup berkumpul pasti ada percikan atau cahaya

 

Simpelnya Ilmu LEAK memanfaatkan aksara suci untuk mendapat pencerahan sehingga pada saat meditasi pada puncaknya orang tersebut bisa keluar dengan badan halus bebas menjelajah tanpa batas ruang dan waktu, cahaya tersebut di Bali sering disebut NDIHAN

 

Cahaya ini keluar melalui lima pintu indra tubuh yaitu

  • Ubun-ubun
  • Mata
  • Telinga
  • Mulut, serta
  • Kemaluan

Sampai disini kita bisa jalan dam benduk badan halus yang mengeluarkan cahaya atau sering disebut Ndihan

 

Kelima aksara tersebut yaitu : Si, Wa, Ya, Na, Ma yang memiliki arti :

  • Si mencerminkan Tuhan
  • Wa adalah anugrah
  • Ya adalah jiwa
  • Na adalah kekuatan yang menutupi kecerdasan
  • Ma adalah egoisme yang membelenggu jiwa

 

Untuk mempelajari ilmu LEAK dibahi menjadi 5 tahap yaitu:

  • MEREK ANGKIHAN/PRANAYAMA – Pengendalian nafas
  • NINGALIN SANGHYANG MENGET – Visualisai
  • PENGRAKSA JIWA – Melindungi diri atau menjaga kestabilan emosi jiwa agar tidak dirasuki emosi, dan dendam
  • NGEREGEP – Pengkombinasian gerakan badan dan pikiran dalam bahasa yoga juga disebut MUDRA, Posisi MUDRA di ilmu LEAK adalah NENGKLENG (persis seperti tarian DEWA SIWA NATA RAJA), Dengan urutan duduk bersila tangan disilangkan di depan dada sambil mengatur nafas penyatuan dengan pikiran sampai puncaknya NGEREH/NGELEKAS
  • MULIH SANGHYANG ATMA RING SANDA IDEP – Terlepasnya roh dari tubuh, pada saat ini kita akan melihat tubuh kita beku tanpa daya namun kesadaran kita telah berpindah ke badan halus, sampai disini baru bisa dikalatan kita mempelajari ilmu LEAK sudah berhasil

Namun diposisi ini sangat riskan jika tidak waspada atau tetap kontrol bukan hal yang mustahil kita akan tersesat atau bahkan terseret ke alam lain karena badan halus tidak tuntuk kepada hukum ruang dan waktu seperti tubuh kasar kita

 

Etika/Aturan bagi praktisi Ilmu LEAK

  • Hormat dan taat kepada ajaran yang diberikan
  • Selalu melakukan Japa/Pemujaan terhadap Dewa SIWA dan Durga dalam bentuk ilmu kawisesan
  • Tidak boleh pamerr kalau tidak terdesak
  • Selalu menjalankan Dharma
  • Tidak boleh memakan daging hewan yang berkaki empat
  • Tidak boleh melakukan hubungan zina (diluar nikah/bukan pasangan)
  • Tidak boleh menyakiti dengan cara apapun dengan Ilmu yang kita pelajari

 

Tingkatan Ilmu LEAK

  • LEAK BARAK/MERAH (BRAHMA) – hanya mampu mengeluarkan cahaya merah api
  • LEAK BULAN
  • LEAK PEMAMORAN
  • LEAK BUNGA
  • LEAK SARI
  • LEAK CEMENG RANGDU, dan
  • LEAK KLAKAH SIWA – Adalah yang tertinggi karena ketujuh chakranya mampu mengeluarkan cahaya berbeda sesuai kehendak batinya

 

Kewajiban praktisi Ilmu LEAK

  • Jika ada orang yang baru meninggal anggota LEAK wajib dating ke kuburan untuk memberikan doa agar roh orang tersebut mendapat tempat sesuai karmanya, membawa kelapa gading (nyuh gading) untuk dipercikkan sebagai tirta

 

Berikut potongan doanya: ong, gni brahma anglebur panca maha butha, anglukat sarining merta. mulihankene kite ring betara guru, tumitis kita dadi manusia mahatama. ong rang sah, prete namah.

 

Disinilah banyak orang beranggapan bahwa LEAK dating ke kuburan untuk memakan mayat untuk meningkatkan ilmunya

 

Menurut tradisi orang India kuburan adalah tempat yang paling suci karena apapun kita, berasal dari mana, miskin kaya semua akan berakhir di kuburan serta kuburan adalah tempat yang paling dekat dengan Sang Pencipta dimana banyak terjadi pergolakan emosi jiwa

 

Sebagai orang Bali karena ketidak tahuan dan jarang membuka buku serta berdasar NAK MULE KETO salah persepsi terjadi turun menurun tanpa dasar yang jelas

 

Lnatas apakah cerita dimasyarak tentang LEAK hanya kambing hitam atau memang ada hubunganya, tentunya cerita yang beredar buak sekedar karangan belaka melainkan kekeliruan misalnya ada bayi yang menangis terus menerus tanpa alasan atau bahkan sampai meninggal, apakah ini perbuatan LEAK

 

Jawabanya mungkin iya dan tidak, di dalam Ilmu LEAK para penganutnya dilarang untuk NGELEKAS di didekat keluarga yang mempunyai bayi, ini dikarenakan proses NGELEKAS adalah pelepasan ROH yang dimana memancarkan energi yang luar biasa dan frekwensinya berbeda dan Bayi baru lahir masih sangat sensitif / peka terhadap sekitarnya

 

Dan tidak menutup kemungkinan juga memang ada praktisi LEAK yang jahil sengaja datang mengunjungi sang bayi sengaja mondar mandir sehingga kenyamanan bayi terganggu fatalnya karena Bayi masih lemah jika terus diganggu mungkin jantungya tidak kuat dan akhirnya meninggal karena terlalu terlalu kaget

 

Biasanya banyak orang menyarankan minta rumah agar dipagari jika memiliki bayi kepada Balian, secara simpel sang Balian akan memasang aksara khusus dimana di dunia PengeLEAKAN berarti LEAK dilarang mendekat karena keluarga ini memiliki bayi, tentunya ini adalah peraturan yang harus dituruti bagi semua penganut LEAK jika meanggar maka konsekwesinya fatal (pertempuran di dunia gaib/siat peteng)

 

Disini bukan lagi dari pihak mana atau alasan apa tapi resiko sudah melanggar, biasanya yang kalah adalah para praktisi LEAK karena pada dasarnya ilmu LEAK tidak dirancang untung menyerang tap sebagai pencerahan melalu aksara suci sedangkan Balian kebanyakan mempelajari Pengiwa dan Penengen

 

Konon didalam alam gaib saat pertempuran apapun yang kita ambil bisa berubah sesuai keinginan misalnya lalang bisa menjadi pedang kayu menjadi tombak dll

 

 

Sangkepan LEAK

 

Sangkepan LEAK kata yang sering kita dengar sehingga timbul pertanyaan apakah ada LEAK rapat, atau reuni, dan Benar-benar adalah LEAK di dunia sama seperti masyarakat spiritual, pada hari-hari tertentu pada umumnya KAJENG KLIWON, kaum leak mengadakan puja bakti bersama memuja SIWA, DURGA, BERAWI, biasanya di pura dalem atau di Kuburan, Prajapti..dalam bentuk NDIHAN, bukan kera, anjing, dan lain-lain.

 

Ilmu LEAK bukan ilmu merubah wujud, jadi kalu ada yang bilang melihat KERA, PITIK BEGIL dan lain-lain itu yang melihat kena sihir mirib dengan hipnotis, jadi kata sangkepan leak bisa dibenarkan namun..sesungguhnya bukan rapat tapi puja bakti,

 

sihir LEAK tidak jauh berbeda dengan hipnosis, kesadaran lawannya masih normal tapi berhalusinasi pengelihatannya yg dipermainkan, dalam arti bahwa ia bisa melihat kita dalam berbagai bentuk, tergantung pada iman seseorang (pantulan ketakutan diri kita sendiri), jika iman seseorang yang kuat maka dia akan meliahat kita tetap seperti diri kita,

 

 

 

 

BONUS sedikit ulasan bedanya Pengiwa dan Penengen

Selama ini leak dijadikan kambing hitam sebagai biang ketakutan serta sumber penyakit, atau aji ugig bagi sebagian orang. Padahal ada aliran yang memang spesial mempelajari ilmu hitam disebut “penestian”(Pengiwa) ilmu ini memang dirancang bagaimana membikin celaka, sakit, dengan kekuatan batin hitam ini disebut “ PENGERANCAB”. Adapun caranya adalah dengan memancing kesalahan orang lain sehingga emosi, setelah emosi barulah dia bereaksi, jadi emosi dijadikan pukulan balik bagi penestian.

 

Dalam ajaran penestian menggunakan ajian-ajian tertentu, seperti aji gni salembang, aji dungkul, aji sirep, aji penangkeb, aji pengenduh, aji teluh teranjana, Aliran ini disebut “Pengiwa’ ( tangan kiri) kenapa tangan kiri, sebab setiap menarik kekuatan selalu memasukan energi dari belahan badan kiri. Sedangkan ilmu leak dari tangan kanan, makanya disebut Penengen ( tangan kanan).

 

Pengwia banyak menggunakan rajah-rajah ( tulisan mistik) juga dia pintar membuat sakit dari jarak jauh, dan dijamin tidak bisa Dicek di rumah sakit, dan yang paling canggih adalah cetik ( racun mistik)…mirip mirip ilmu santet. Dan aliran ini bertentangan dengan pengeleakan,

 

Pada konteks Pengiwa ini adapula yang mengirim penyakit kepada seseorang melalui jasa kurir berupa makhluk halus dengan iming iming sesajen. Dan dilain tempat ada pula yang menyalurkan rasa iri dan dengki dan kebenciannya kepada seseorang dengan membeli atau menyewa pekakas (peralatan) aji ugig untuk mengirimkan penyakit.

 

Kesimpulannya bahwa ilmu leak itu bukanlah sesuatu yg jelek, melainkan suatu kemampuan spiritual yg sangat tinggi. Baik atau jahatnya tergantung kepada niat orang yg memiliki kemampuan ini dan juga kesiapan mental karena belajar spiritual tingkat tinggi tanpa kematangan jiwa / mental maka resikonya sangat fatal, Sebagai orang Bali sering kita mendengar “DE MELAJAH NE TIDONG-TIDONG NYANAN BISE BUDUH” yang artinya: jangan belajar yang macam-macam nanti bisa gila, tentu ada benarnya karena ilmu itu tergantung level praktisinya seperti di dunia nyata jika anak SD dipaksa belajar dan mengerjakanya pelajaran anak SMA maka tidak menutup kemungkinan depresi dan ujungnya bisa gila

 

Dirangkum dari berbagai sumber

gambar diambil dari: sejarahhindu.blogspot.com