omed-omedan

Omed-Omedan

Bali memiliki banyak tradisi unik yang tidak habis dibicarakan, salah satu tradisi unik seletah hari raya NYEPI adalah Omed-omedan. Omed-omedan berasal dar kata “Omed” yang berarti menarik berikut penggalan lagu pada saat perayaan Omed-omedan

…Omed-omedan, saling kedengin, saling gelutin. Diman-diman…
…Omed-omedan, besik ngelutin, ne len ngedengin. Diman-diman…

 

Selain Omed-omedan ada juga Trdisi Nyakan Diwang (memasak diluar) yag dilaksanakan setelah hari raya NYEPI

Klik disini untuk membaca artikel Nyakan Diwang

Sejarah Omed-omedan

Konon, tradisi Omed-omedan berasal dari warga Kerajaan Puri Oka yang terletak di Denpasar Selatan. Para warga dulunya berinisiatif membuat sebuah permainan tarik-menarik. Lama-kelamaan permainan ini semakin menarik, sehingga berubah menjadi saling rangkul.

Tapi karena suasana jadi gaduh, Raja Puri Oka yang sedang sakit keras pun marah-marah, sebab terganggu dengan suara berisik tersebut. Namun, begitu Sang Raja keluar dan melihat permainan omed-omedan ini, dia malah sembuh dari penyakitnya.

Sejak saat itu, Sang Raja pun memerintahkan warga agar omed-omedan diselenggarakan setiap tahun, setiap menyalakan api pertama atau Ngembak Gni selepas Hari Raya Nyepi

Tradisi omed-omedan sempat berhenti dilakukan oleh masyarakat Desa Sesetan. Namun, beberapa saat setelah dihentikan terjadi sebuah kejadian aneh, yaitu ada dua ekor babi yang saling berkelahi di depan pelataran Pura.

Warga pun menganggap kejadian tersebut merupakan sebuah pertanda buruk. Sejak saat itulah Omed-omedan kembali dilaksanakan. Bagi traveler yang ingin tertawa dan bergembira bersama warga Sesetan, rasanya wajib ikutan nonton Omed-omedan yang begitu khas di Bali.

 

Syrat mengikuti Omed-omedan

Muda Mudi berusia 17-30  tahun dan pastinya  belum menikah bisa berpartisipasi dalam acara omed-omedan.

 

Tata cara pelaksanaan Omed-omedan

Acara diawali dengan sembahyang bersama di Pura. Kemudian dilanjutkan dengan pementasan Barong Bangkung Jantan dan Betina. Setelah selesai, barulah kelompok peserta memasuki pelataran Pura.

Ada dua kelompok yang terlibat omed-omedan, yaitu kelompok laki-laki dan perempuan. Posisi laki-laki dan perempuan pun dibuat saling berhadapan. Sebelum acara mulai, musik gamelan pun dimainkan. Seorang sesepuh desa memberikan aba-aba agar kedua kelompok saling mendekat.

Begitu kedua kelompok ini mendekat, peserta terdepan dari masing-masing kelompok akan saling gelut (peluk), kemudian diman (cium), lalu siam (disiram air), dan peserta lainnya ngedengin alias tarik menarik. Sementara, para penonton yang menyaksikannya hanya bisa tertawa lepas menyaksikan keseruan acara ini.

 

Tujuan perayaan Omed-omedan

Inti dari acara Omed-omedan ini adalah peluk, cium, siram lalu tarik! Begitu terus, berulang sampai semua pemuda dan pemudi Desa Sesetan mendapatkan giliran.

Ada yang bilang tradisi ini ciuman masal, jangan berpikiran negatif dulu. Omed-omedan bukanlah ajang untuk mengumbar nafsu birahi. Ini adalah acara adat dimana kita bisa belajar soal rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang erat atau di bali biasa di bilang saling Asah Asih lan Asuh

 

Cuplikan Omed-omedan di tahun 2016

Sumber: youtube Novita Listyani

 

 

berikut ada lagu yang berjudul Omed-omedan yang dinyanyikan oleh band Bali XXX yang konsisten melestarikan budaya Bali lewat karya lagu-lagunya