I Ketut Pelor

I Ketut Pelor – Mengabdi Untuk Seni Tari

Kesehariannya sangat sederhana dan terkesan pendiam, namun pembawaan itu akan berubah total bila tampil di atas panggung, menari lincah mengiringi alunan instrumen gamelan di atas pentas.

I Ketut Pelor (74), pria kelahiran Banjar Denkayu Delodan, Desa Werdi Bhuana, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung dikenal sebagai seniman serba bisa, terutama di seni tari. Meskipun hanya mengenyam pendidikan formal setingkat sekolah dasar, namun kemampuannya dalam bidang pengembangan seni budaya tidak diragukan.

baca juga:

Berawal sebagai seniman arja pada tahun 1966 yakni sebagai penasar itu pernah melatih puluhan sekaa (grup) kesenian di sejumlah banjar dan desa di Kecamatan Mengwi dan sekitarnya di Kabupaten Badung.

Setiap odalan dan kegiatan ritual yang berlangsung di lingkungan desanya selalu menyempatkan diri untuk bisa berperanserta dalam menari untuk kelengkapan ritual.

Pria yang cukup enerjik dan senang bermasyarakat itu berawal dari tahun 1966 ikut dalam kesenian arja sempat pentas di sejumlah desa di Kabupaten Badung dan kabupaten lainnya di Bali.

Miliki banyak pengalaman

Sosok I Ketut Pelor dalam hidupnya memiliki banyak pengalaman dalam bidang tari yang kemudian menggeluti tari topeng dan bergabung dalam sekaa kesenian Bondres untuk kelengkapan kegiatan ritual.

Ia dengan senang hati melatih anak-anak atau siapa saja yang ingin belajar tari Bali sebagai generasi penerus seni budaya Bali.

Semua itu berkat kesenangannya sejak kecil terhadap Tari Bali. Teknik Tari Bali yang dipelajarinya dapat dikuasainya dengan baik. Hal itu menjadi modal baginya dalam membina dan melatih sekaa-sekaa kesenian di sejumlah desa di Kabupaten Badung dan sekitarnya.

Berkat kesungguhan dan keseriusan itu mampu mengantarkan dirinya sebagai sosok seorang seniman yang tidak bisa dipisahkan dengan perkembangan seni kerawitan Bali pada umumnya.

Berkat prestasi, dedikasi dan pengabdian dalam mengembangkan dan melestarikan seni budaya Bali, khususnya di Kabupaten Badung, sosok I Ketut Pelor masuk nominasi penerima penghargaan sebagai pengabdi seni. Jerih payah beliau mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Provinsi Bali yang diserahkan pada saat pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-36 tahun 2014 yang lalu.

Sumber: Panbelog.wordpress.com